LES PRIVAT SURABAYA

KREATIFITAS (kere tapi banyak aktifitas)

cobah deh kita liat gambar-gambar berikut

kreatifitas origami 3d

kreatifitas

kreatfitas

kreatifitas origami 3d

kratifitas origamiorigami kreatifitas

kreatifitas origamidari gambar gambar tersebut apa yang kalian pikirkan?

mungkin kalin berfikir “wah bagus yah? wah keren yah ? terbuat dari apa itu? kog bisa membentuk kayak gtu? wah kreatif yah…??

jika benar apa yang kalian pikirkan seperti yang diatas..? maka maka secara tidak langsung kalian sudah mendapat jawabannya .. yah benar memang karya-karya diatas memang bagus, keren, berkualitas, punyai nilai seni yang tinggi, dan tentunya karya-karya tersebut adalah karya yang kreatif.

mari saya perkenalkan daari gambar-gambar tersebut:

gambar karya berupa origami 3D yaitu gambar-gambar burung diatas itu adalah hasil karya kreatifitas siswa/i klas VI SDN Bekasi Jaya IX sedangkan, gambar karya berupa origami bentuk anjing, gajah dan monyet merupakan hasil karya Master Origami dari Jepang yaitu akira yoshizawa

akira yosizawa

anak2 indonesia salah satunya yaitu  siswa/i klas VI SDN Bekasi Jaya IX tidak kalah hebat membuta karya origami walaupun jika disandingkan dengan Master Origami dari jepang tersebut..

kalo kita liat dari karya-karya tersebut kita melihat bahwa karya tersebut tebuat dari bahan-bahan yang sederhana bahkan bahan yang sudah tidak terpakai ataupun limbah. ini menunjukkan bahwa kreatifitas tidak memerlukan bahan2 yang baru dan biaya yang mahal asalkan kita mau bertidak, melakukan, ataupun beraktifitas menghasilkan karya dengan memanfaatkan barang yang sederhana mudah dipat dan tentunya sangat murah jika dihitung nilai ekonomisnya.. jadi tanpa perlu diasanggah lagi kata-kata “kere tapi banyak aktifitas” itu benar pemakna annya

Advertisements

KALOR

MATERI

  1. Fenomena

Perhatikan saat kamu memasukkan sebuah es ke dalam segelas minuman teh panas, Apa yang terjadi? Wujud es padat pasti akan mencair. Simak penjelasan berikut!

Selama proses terjadinya perubahan wujud suatu zat, ternyata suhu benda tetap. Mengapa demikian? Saat terjadi perubahan wujud tersebut kalor yang diperlukan atau dilepaskan tidak digunakan untuk menaikkan suhu, tetapi digunakan untuk mengubah wujud suatu zat. Ingat bahwa wujud zat yang terdapat di alam dibedakan menjadi tiga, yaitu : padat, cair dan gas. baca selanjutnya di ….

KALOR

MATERI

  1. Fenomena

Perhatikan saat kamu memasukkan sebuah es ke dalam segelas minuman teh panas, Apa yang terjadi? Wujud es padat pasti akan mencair. Simak penjelasan berikut!

Selama proses terjadinya perubahan wujud suatu zat, ternyata suhu benda tetap. Mengapa demikian? Saat terjadi perubahan wujud tersebut kalor yang diperlukan atau dilepaskan tidak digunakan untuk menaikkan suhu, tetapi digunakan untuk mengubah wujud suatu zat. Ingat bahwa wujud zat yang terdapat di alam dibedakan menjadi tiga, yaitu : padat, cair dan gas.

Misal, pada saat kamu memasukkan air ke dalam freezer (ruang pembeku) dalam lemari es untuk membuat es batu. Saat membeku, wujud zat terjadi perubahan yaitu dari cair menjadi padat. Demikian sebaliknya saat es batu kamu taruh di bawah sinar terik matahari, saat mencair wujud zat berubah dari padat menjadi cair.

Contoh lain yang dapat kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah saat memasak air, kamu dapat mengamati bahwa saat mendidih akan terjadi perubahan wujud zat dari cair menjadi gas. Terdapat banyak zat cair untuk mengubah wujudnya dari cair menjadi gas tanpa mendidihkan. Selama penguapan berlangsung, zat cair tersebut berangsur-angsur berubah menjadi gas pada suhu di bawah titik didihnya. Misal, kamu berenang kemudian keluar dari kolam renang ke udara hangat, maka air yang menempel pada kulitmu akan segera menguap. Penguapan ini tentu membutuhkan energi kalor yang diperoleh dari panas tubuhmu. Kamu tentu akan mengerti bagaimana pengeringan ini mengakibatkan dinginnya tubuhmu

.a

  1. Perubahan Suhu Benda

Kalor adalah suatu bentuk energi yang secara alamiah dapat berpindah dari benda yang suhunya tinggi menuju suhu yang lebih rendah saat bersinggungan. Kalor juga dapat berpindah dari suhu rendah ke suhu yang lebih tinggi jika dibantu dengan alat yaitu mesin pendingin.

  1. Perubahan Wujud Zat

Perhatikan saat kamu memasukkan sebuah es ke dalam segelas minuman teh panas, Apa yang terjadi? Wujud es padat pasti akan mencair. Simak penjelasan berikut!

Selama proses terjadinya perubahan wujud suatu zat, ternyata suhu benda tetap. Mengapa demikian? Saat terjadi perubahan wujud tersebut kalor yang diperlukan atau dilepaskan tidak digunakan untuk menaikkan suhu, tetapi digunakan untuk mengubah wujud suatu zat. Ingat bahwa wujud zat yang terdapat di alam dibedakan menjadi tiga, yaitu : padat, cair dan gas.

Misal, pada saat kamu memasukkan air ke dalam freezer (ruang pembeku) dalam lemari es untuk membuat es batu. Saat membeku, wujud zat terjadi perubahan yaitu dari cair menjadi padat. Demikian sebaliknya saat es batu kamu taruh di bawah sinar terik matahari, saat mencair wujud zat berubah dari padat menjadi cair.

Contoh lain yang dapat kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah saat memasak air, kamu dapat mengamati bahwa saat mendidih akan terjadi perubahan wujud zat dari cair menjadi gas. Terdapat banyak zat cair untuk mengubah wujudnya dari cair menjadi gas tanpa mendidihkan. Selama penguapan berlangsung, zat cair tersebut berangsur-angsur berubah menjadi gas pada suhu di bawah titik didihnya. Misal, kamu berenang kemudian keluar dari kolam renang ke udara hangat, maka air yang menempel pada kulitmu akan segera menguap. Penguapan ini tentu membutuhkan energi kalor yang diperoleh dari panas tubuhmu. Kamu tentu akan mengerti bagaimana pengeringan ini mengakibatkan dinginnya tubuhmu.

Perubahan wujud zat dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Berikut perubahan wujud yang terjadi pada zat, yaitu :

1) Mencair

Perubahan wujud zat padat menjadi cair disebut mencair. Saat zat mencair memerlukan energi kalor. Contoh peristiwa mencair, antara lain: es dipanaskan, lilin dipanaskan dll

2) Membeku

Perubahan wujud zat cair menjadi padat disebut membeku. Pada saat zat membeku melepaskan energi kalor. Contoh peristiwa membeku, antara lain : air didinginkan di bawah 00C, lilin cair didinginkan, dll

3) Menguap

Perubahan wujud zat cair menjadi gas disebut menguap. Pada saat tersebut zat memerlukan energi kalor. Contoh, antara lain: minyak wangi, air dipanaskan sampai mendidih, dll

4) Mengembun

Perubahan wujud zat gas menjadi cair disebut mengembun. Saat terjadi pengembunan zat melepaskan energi kalor. Contoh, antara lain : gelas berisi es bagian luarnya basah, titik air di pagi hari pada tumbuhan, dll

5) Menyublim

Perubahan wujud zat padat menjadi gas disebut menyublim. Saat penyubliman zat memerlukan energi kalor. Contoh, antara lain: kapur barus (kamper), obat hisap , dll

6) Mengkristal atau menghablur

Perubahan wujud zat gas menjadi padat. Pada saat pengkristalan zat melepaskan energi kalor. Contoh peristiwa pengkristalan, antara lain: salju, gas yang didinginkan, dll

Konsep

Energi kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud zat disebut kalor laten.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kamu jumpai perubahan wujud suatu benda, misal tanpa sengaja tanganmu terkena tetesan spiritus, apa yang kamu rasakan? Tanganmu yang terkena tetesan spiritus akan terasa dingin, karena saat itu spiritus menguap. Menguap memerlukan energi kalor, energi kalor tersebut diperoleh dari tubuhmu.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penguapan

Terdapat beberapa zat yang mudah menguap, antara lain : spiritus, bensin, alkohol, dll. Pernahkah kamu melihat mengapa minuman yang panas dituang dalam cawan? Pernahkah kamu menyuapi adikmu makanan yang masih panas, mengapa harus ditiup dahulu? Mengapa cucian pakaian yang basah harus dijemur di bawah terik matahari? Nah ikuti penjelasan berikut! Penguapan merupakan peristiwa bergerak keluarnya molekul–molekul dari permukaan zat cair. Beberapa cara mempercepat penguapan, yaitu:

  1. Memanaskan

Setelah selesai mencuci beberapa bajumu, coba jemurlah salah satunya di tempat yang teduh dan beberapa lainnya di bawah terik matahari. Manakah yang lebih cepat kering? Pada penjemuran yang kamu lakukan, baju di bawah terik matahari akan cepat kering. Hal ini menunjukkan bahwa air yang terkandung pada baju itu lebih cepat menguap.

  1. Memperluas permukaan zat cair

Tuangkan sebagian kopi panas yang kamu buat pada cawan. Tunggu sebentar, kemudian minumlah. Coba bandingkan, mana yang lebih cepat dingin, air kopi dalam gelas atau dalam cawan? Kamu akan mendapatkan air kopi dalam cawan lebih cepat dingin dibandingkan dengan air kopi dalam gelas. Hal ini menunjukkan bahwa penguapan air kopi dalam cawan yang memiliki permukaan lebih luas akan lebih cepat daripada penguapan di dalam gelas.

  1. Meniupkan udara di atas permukaan zat cair

Saat kamu menyuapi adikmu dengan makanan panas, mengapa harus ditiup terlebih dulu? Makanan panas yang permukaannya ditiup akan terasa lebih cepat dingin. Hal ini disebabkan karena makanan yang ditiup lebih cepat terjadi penguapan sehingga dingin.

  1. Mengurangi tekanan

Dengan memperkecil tekanan udara pada permukaan zat, berakibat jarak antar molekul udara menjadi besar. Hal ini mengakibatkan molekul-molekul pada permukaan zat cair akan berpindah ke udara di atasnya sehingga mempercepat proses penguapan.

Beberapa peristiwa penguapan, antara lain:

1) Merebus air 100 0C.

2) Menjemur pakaian basah menjadi kering.

3) Penguapan gas freon dalam lemari es.

4) Alkohol ataupun spiritus yang diteteskan pada kulit tangan dapat menguap.

  1. Zat Mendidih dengan Suhu Tetap Asalkan Tekanan Udara Tidak Berubah

Zat cair yang dipanaskan sampai suhu tertentu akan mendidih. Penguapan yang terjadi di seluruh bagian permukaan zat cair disebut mendidih. Pada suhu 1000C air mulai mendidih dan energi kalor yang diperlukan tidak digunakan untuk menaikkan suhunya, tetapi untuk mengubah wujud zat dari cair menjadi gas. Keadaan ini berlaku untuk semua zat yang sedang mendidih. Titik didih adalah suhu pada saat zat cair mendidih. Pada tekanan udara normal (76 cmHg) air mendidih pada suhu 1000C. Apabila tekanan udara luar berubah-ubah, maka titik didih zat juga akan mengalami perubahan. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa pada tekanan udara luar kurang dari 76 cmHg air akan mendidih kurangdari 1000C.

Titik didih suatu zat dapat diubah-ubah dengan cara: tekanan ditambah maka titik didihnya naik, tekanan dikurangi, maka titik didihnya turun, dan menambahkan ketidakmurnian zat maka titik didihnya naik. Bagaimanakah titik didih air di daerah pegunungan? Coba kamu jelaskan! Alat yang dapat mendidihkan air di atas 1000C adalah otoklaf dan pressure cooker. Untuk mengubah wujud cair menjadi gas pada titik didihnya diperlukan energi kalor. Jumlah energi kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud cair menjadi gas pada titik didihnya disebut kalor didih atau kalor uap.

Secara matematis dapat dituliskan :

Q = m x U

 

Keterangan

Q            = energi kalor yang diperlukan ( J )

m            = massa zat ( kg )

U            = kalor didih atau kalor uap ( J/kg )

Saat terjadi penguapan zat memerlukan kalor, sedangkan pada pengembunan gas melepaskan kalor hingga berubah menjadi cair. Jumlah kalor yang dilepaskan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud uap menjadi cair pada titik embunnya disebut kalor embun. Titik embun adalah suhu pada saat zat gas mengembun. Percobaan yang dilakukan oleh para ilmuwan menghasilkan pernyataan bahwa :

Kalor uap = kalor embun.

b

Perpindahan Kalor

  1. Perpindahan Kalor

Kalor dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bagaimanakah cara kalor itu berpindah? Kalor dapat berpindah dengan tiga cara, yaitu konduksi atau hantaran, konveksi atau aliran, dan radiasi atau pancaran.

  1. Konduksi atau hantaran

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut .

 

Berdasarkan daya hantar kalor, benda dibedakan menjadi dua, yaitu:

1) Konduktor

Konduktor adalah zat yang memiliki daya hantar kalor baik.

Contoh : besi, baja, tembaga, aluminium, dll

2) Isolator

Isolator adalah zat yang memiliki daya hantar kalor kurang baik.

Contoh : kayu, plastik, kertas, kaca, air, dll

Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kamu jumpai peralatan rumah tangga yang prinsip kerjanya memanfaatkan konsep perpindahan kalor secara konduksi, antara lain : setrika listrik, solder. Mengapa alat-alat rumah tangga seperti setrika, solder, panci, wajan terdapat pegangan dari bahan isolator? Hal ini bertujuan untuk menghambat konduksi panas supaya tidak sampai ke tangan kita.

 

  1. Konveksi atau aliran

Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut.

Konveksi terjadi karena perbedaan massa jenis zat. Kamu dapat memahami peristiwa konveksi, antara lain:

1) Pada zat cair karena perbedaan massa jenis zat, misal sistem pemanasan air, sistem aliran air panas.

2) Pada zat gas karena perbedaan tekanan udara, misal terjadinya angin darat dan angin laut, sistem ventilasi udara, untuk mendapatkan udara yang lebih dingin dalam ruangan dipasang AC atau kipas angin, dan cerobong asap pabrik. Ternyata lilin yang berada pada ujung tembaga lebih cepat melebur, kemudian besi dan terakhir kaca. Tembaga mempunyai daya hantar lebih baik diantara ketiga bahan yang digunakan. Daya hantar kalor zat berbeda-beda.

Tahukah kamu mengapa cerobong asap pabrik di buat tinggi? Coba kamu cari tahu alasannya! Angin laut dan angin darat merupakan contoh peristiwa alam yang melibatkan arus konveksi pada zat gas. Tahukah kamu bagaimana terjadinya angin laut dan angin darat? Coba perhatikan gambar di bawah ini!

c

Pada siang hari daratan lebih cepat panas daripada lautan. Hal ini mengakibatkan udara panas di daratan akan naik dan tempat tersebut diisi oleh udara dingin dari permukaan laut, sehingga terjadi gerakan udara dari laut menuju ke darat yang biasa disebut angin laut. Angin laut terjadi pada siang hari, biasa digunakan oleh nelayan tradisional untuk pulang ke daratan. Bagaimanakah angin darat terjadi?

perpindahan kalor

kalor perpindahan

Pada malam hari daratan lebih cepat dingin daripada lautan. Hal ini mengakibatkan udara panas di permukaan air laut akan naik tempat tersebut diisi oleh udara dingin dari daratan, sehingga terjadi gerakan udara dari darat menuju ke laut yang biasa disebut angin darat. Angin darat terjadi pada malam hari, biasa digunakan oleh nelayan tradisional untuk melaut mencari ikan.

  1. Radiasi atau pancaran

Konsep:

Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara .

Saat acara api unggun pada kegiatan Pramuka di sekolahmu, apa yang dapat kamu rasakan saat kamu berada di sekitar nyala api unggun? Kamu akan merasakan hangatnya api unggun dari jarak berjauhan. Bagaimanakah panas api unggun dapat sampai ke badanmu? Kalor yang kamu terima dari nyala api unggun disebabkan oleh energi pancaran. Alat yang digunakan untuk mengetahui adanya radiasi kalor atau energi pancaran kalor disebut termoskop. Termoskop terdiri dari dua buah bola kaca yang dihubungkan dengan pipa U berisi air alkohol yang diberi pewarna. Perhatikan gambar!

Salah satu bola lampu dicat hitam, sedangkan yang lain dicat putih. Apabila pancaran kalor mengenai bola A, hal ini mengakibatkan tekanan gas pada bola A menjadi besar. Hal ini mengakibatkan turunnya permukaan zat cair yang ada di bawahnya. Bagaimanakah

sifat radiasi dari berbagai permukaan? Sifat radiasi berbagai permukaan dapat diselidiki dengan menggunakan alat termoskop diferensial. Alat yang digunakan untuk menyelidiki sifat radiasi berbagai permukaan disebut termoskop diferensial.

Kedua bola lampu dicat dengan warna yang sama, tetapi di antara bola tersebut diletakkan bejana kubus yang salah satu sisinya permukaannya hitam kusam dan sisi lainnya mengkilap. Jika bejana kubus diisi dengan air panas, akan terlihat permukaan alkohol di bawah bola B turun. Perbedaan ini disebabkan karena kalor yang diserap bola B lebih besar daripada bola A.

perpindahan kalor

perpindahan kalor

Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan

bahwa:

1) Permukaan benda hitam, kusam, dan kasar merupakan pemancar dan penyerap kalor yang baik.

2) Permukaan benda putih, mengkilap dan halus merupakan pemancar dan penyerap kalor yang buruk

  1. Manfaat Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kamu jumpai peralatan rumah tangga yang prinsip kerjanya menggunakan konsep perpindahan kalor, misal: panci tekan (pressure cooker), setrika, alat penyulingan, dan alat pendingin. Berikut beberapa contoh penerapan perpindahan kalor secara radiasi dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Pada siang hari yang panas, orang lebih suka memakai baju cerah daripada baju gelap. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyerapan kalor.
  2. Cat mobil atau motor dibuat mengkilap untuk mengurangi penyerapan kalor.
  3. Mengenakan jaket tebal atau meringkuk di bawah selimut tebal saat udara dingin badanmu merasa nyaman. Udara termasuk isolator yang baik. Beberapa bahan penyekat terdiri dari banyak kantong-kantong udara kecil terbungkus. Kantong tersebut berfungsi mencegah perpindahan kalor secara konveksi. Jadi tahukah kamu mengapa dalam selimut diisi dengan bulu-bulu kecil atau serat yang menjebak udara? Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan kehilangan kalor.
  4. Termos

Dinding termos dilapisi perak. Hal ini bertujuan untuk mencegah hilangnya kalor secara radiasi. Ruang hampa antara dinding kaca pada termos bertujuan untuk mencegah perpindahan kalor secara konveksi.

perpindahan kalor

percobaan kalor

7 Hal yang menjadi Misteri dalam ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan telah memberikan banyak perubahan terhadap perkembangan kehidupan hingga saat ini. Tapi sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan bumi memiliki keterbatasannya masing-masing, terutama berkaitan dalam ilmu serta kajian manusia. Sekalipun ilmu pengetahuan dapat memprediksi hal-hal yang mungkin tidak masuk akal, namun pada hakekatnya semua ilmu bisa di nalar namun keterbatasan nalar kita yang menjadi penghalangnya dan hanyalah Allah SWT yang mempunyai Maha Ilmu dan nalar yang tiada batas dan ada beberapa hal yang hingga kini masih menjadi misteri mengenai terjadinya hal tersebut.

Sebagai tambahan wawasan, berikut misteri yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.

1. Asal mula kehidupan

Awal penciptaan alam semesta serta kehidupan sejak dahulu telah menjadi subjek perdebatan yang luar biasa termasuk dalam aspek studi ilmiah. Seperti yang kamu ketahui, beberapa ilmuwan telah menjelaskan mengenai penciptaan alam semesta dengan teori Big Bang yang mungkin telah kamu pelajari di bangku sekolah. Sudah banyak yang melakukan studi dan meneliti mengenai asal usul kehidupan, banyak kepercayaan mengenai teori penciptaan bahwa jika Big Bang terbukti, bahwa semua itu Tuhan tidak terlibat. Kepercayan teori penciptaan menyatakan bahwa Tuhan dapat menciptakan dan mengaturnya dalam gerak melalui cara-cara yang dapat diamati oleh ilmu pengetahuan. Namun akhirnya hingga saat ini, kita hanya bisa pasrah. Alam semesta sangat besar dan luas, dan asal usul kehidupan secara sepenuhnya tidak dapat dipahami.

2. Kematian

Banyak sekali orang yang menceritakan hal aneh ketika dekat dengan kematian. Dan bahkan pada waktu yang berbeda, dimana mereka merasa sadar bahwa telah meninggalkan tubuh mereka meskipun sebenarnya tubuh mereka masih hidup. Adanya satu kelompok peneliti yang berusaha untuk menguji kebenarannya. Percobaan yang mereka lakukan membuat mereka percaya bahwa kemampuan orang untuk mengalami hal-hal dalam tubuh mereka sangatlah bergantung pada dimana mereka percaya tubuh mereka secara visual.

Bahkan peneliti lain telah telah berusaha untuk memahami pengalaman dekat dengan kematian. Mereka belajar di Rumah Sakit selama beberapa tahun dengan menggunakan berbagai kontrol. Mereka sangat percaya bahwa eksperimennya akan membuktikan apakah orang hanya mengalami ilusi atau kesadaran mereka yang telah merasa meninggalkan tubuh. Ternyata di balik semua itu, hingga kini belum terbukti secara pasti.

3. Kecepatan cahaya

Sampai saat ini studi tentang kecepatan cahaya belum sepenuhnya terbukti. Kalaupun ada teori yang telah memberikan beberapa bukti, hal tersebut belum akurat. Ilmuwan telah mengamati bahwa jika teori Big Bang benar, alam semesta berkembang lebih cepat dari kecepatan cahaya ketika kosmos berada dalam tahap awal. Beberapa ilmuwan telah melakukan percobaan bahkan telah mengetahui berapa kecepatan cahaya dalam satuan waktu. Tetapi di balik hal tersebut, tidak ada yang dapat membuat benda padat bergerak setara dengan kecepatan cahaya.

4. Pergerakan lempengan bumi

Pergerakan lempengan bumi, atau yang di kenal dengan teori Continental Drift pertama kali diusulkan pada tahun 1500an dan menyatakan bahwa benua terlihat bergerak terhadap satu sama lain di seberang lautan. Dan belakangan ini, teori tersebut disempurnakan menjadi teori Lempeng Tektonik yang menyatakan bahwa ada lempeng tektonik di dasar laut yang perlahan-lahan bergerak memisahkan benua dan menciptakan samudera selama periode jutaan tahun. Selain itu, ada juga ahli Geologi yang menyatakan bahwa benua-benua mungkin benar-benar telah dipisahkan jauh lebih cepat sejak jutaan tahun lalu dengan adanya peristiwa, seperti banjir. Para ilmuwan menyatakan bahwa jika teori lempeng bumi ini dapat dipecahkan, kita akan dapat mengetahui berapa lama lagi kita dapat tinggal di bumi ini. dan akhirnya hingga saat ini, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

5. Efek ilusi pada bulan

Pada masa lalu orang telah membuat seperti teori efek atmosfir atau sesuatu yang bersifat fisik, namun semua teori tersebut terbantahkan. Ilusi bulan telah ada sejak zaman Yunani kuno. Ilusi bukan merupakan ilusi yang menjadikan bulan tampak jauh lebih besar atau jauh dari langit. Hal ini ada juga yang menghubungkan dengan teori ukuran relative, yang berpatokan kepada jarak nyata pada bulan saat itu. Namun teori tersebut masih membingungkan para ilmuwan, hingga sampai saat ini tidak ada satupun yang dapat menjelaskan fenomena misterius ini, sekalipun dengan ilmu pengetahuan modern.

6. Punahnya Mega Fauna

Banyak sekali Mega Fauna pada zaman dahulu yang telah dibuktikan oleh adanya fosil yang ditemukan. Terdapat dua jawaban dari ilmuwan yang menyebabkan punahnya Mega Fauna tersebut, yaitu di buru oleh manusia, serta faktor perubahan iklim. Namun bukti-bukti tersebut masih sangat sedikit untuk dapat dijadikan dasar kebenarannya. Maka dari itu, muncullah beberapa konspirasi yang terkesan aneh oleh orang-orang yang sebenarnya bukanlah pakar atau ilmuwan , seperti karena adanya komet yang memusnahkan semua fauna tersebut. Bahkan terdapat pernyataan bahwa alien telah menyelamatkan ekologi tersebut ke tempat dimana seharusnya mereka berada.

7. Nyanyian di ruang angkasa

Ketika para ilmuwan sedang mempelajari bintang-bintang tahun 2006, mereka dihadapkan dengan suara misterius yang akhirnya menghambat penelitian mereka. Para ilmuwan merasa bingung mengapa itu bisa terjadi. Suara tidak dapat melakukan perjalanan melalui ruang, dan mereka awalnya mempercayai bahwa suara tersebut adalah suara gelombang radio, namun akhirnya mereka bingung dari mana asal suara gelombang radio tersebut berasal. Dan hingga pada akhirnya mereka menyadari bahwa tidak ada gelombang radio pada saat perjalanan mereka. Hingga kini masih menjadi tanda tanya besar yang belum terjawa mengenai suara apakah itu.

sumber dasar..

http://www.kenapasih.com/7-hal-yang-menjadi-misteri-dalam-ilmu-pengetahuan/

Kenapa sih hal di atas masih belum terpecahkan ? Jika dikatikan dengan ilmu pengetahuan, mungkin masih banyak hal lainnya yang belum terpecahkan oleh logika, termasuk ilmu pengetahuan. Dan di balik semua itu, kita harus menyadari bahwa semua yang ada di langit dan bumi, ada yang menjadi rahasiaNya.

Picture source : DailyMail

LAJU REAKSI – JENIS KATALIS DAN MEKANISME KATALITIK NYA

Pengertian dan Fungsi Katalis, Jenis-jenis, Macam-macam, Katalisator, Contoh, Reaksi Kimia

Pengertian dan Fungsi Katalis, Jenis-jenis, Macam-macam, Katalisator, Contoh, Reaksi Kimia – Katalis adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk mempercepat terjadinya suatu reaksi, akan tetapi pada akhir reaksi didapatkan kembali. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga dengan demikian suatu reaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi. (Baca juga : Laju Reaksi)

  1. Jenis-jenis Katalis

Berdasarkan wujudnya, katalis dapat dibedakan menjadi katalis homogen dan katalis heterogen (James E. Brady, 1990).

1.1. Katalis Homogen

Katalis homogen adalah katalis yang dapat bercampur secara homogen dengan zat pereaksinya karena mempunyai wujud yang sama.

Contoh Katalis Homogen :

  1. Katalis dan pereaksi berwujud gas
NO(g)
2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
  1. Katalis dan pereaksi berwujud cair
H+(aq)
C12H22O11(aq) + H2O(l) C6H12O6(aq) + C6H12O6(aq)
glukosa fruktosa

1.2. Katalis Heterogen

Katalis heterogen adalah katalis yang tidak dapat bercampur secara homogen dengan pereaksinya karena wujudnya berbeda.

Contoh Katalis Heterogen :

Katalis berwujud padat, sedang pereaksi berwujud gas.

Ni(s)
C2H4(g) + H2(g) C2H6(g)

1.3. Autokatalis

Autokatalis adalah zat hasil reaksi yang bertindak sebagai katalis.

Contoh Autokatalis  :

CH3COOH yang dihasilkan dari reaksi metil asetat dengan air merupakan autokatalis reaksi tersebut.

CH3COOCH3(aq) + H2O(l) → CH3COOH(aq) + CH3OH(aq)

Dengan terbentuknya CH3COOH, reaksi menjadi bertambah cepat.

1.4. Biokatalis

Biokatalis adalah katalis yang bekerja pada proses metabolisme, yaitu enzim.

Contoh Biokatalis :

Enzim hidrolase mempercepat pemecahan bahan makanan melalui reaksi hidrolisis.

1.5. Inhibitor

Inhibitor adalah zat atau senyawa yang kerjanya memperlambat reaksi atau menghentikan reaksi.

Contoh Inhibitor :

I2 atau CO bersifat inhibitor bagi reaksi:

2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l)

1.6. Racun Katalis

Racun katalis adalah inhibitor yang dalam jumlah sangat sedikit dapat mengurangi atau menghambat kerja katalis.

Contoh Racun Katalis :

CO2, CS2, atau H2S merupakan racun katalis pada reaksi:

Pt
2H2(g) + O2(g) 2H2O(l)
  1. Hubungan antara Katalis dengan Energi Aktivasi

Dalam suatu reaksi, peran katalis adalah untuk menurunkan energi aktivasi dengan jalan mengubah mekanisme reaksi, yaitu dengan jalan menambah tahap-tahap reaksi. Katalis ikut serta dalam suatu tahap reaksi, akan tetapi pada akhir reaksi katalis terbentuk kembali (James E. Brady, 1990).

Contoh :

O2(g) + 2SO2(g) → 2 SO3(g) (energi aktivasi tinggi)

Setelah ditambahkan gas NO yang bertindak sebagai katalis, tahap-tahap reaksi menjadi :

2 NO(g) + O2(g) 2 NO2(g) (energi aktivasi rendah)
2 NO2(g) + 2 SO2(g) 2 SO3(g) + 2NO(g) (energi aktivasi rendah)
Ni(s)
O2(g) + 2SO2(g) 2SO3(g)

Dengan adanya katalis ini, energi aktivasi menjadi lebih rendah, sehingga persentase partikel yang mempunyai energi lebih besar dari energi aktivasi.

  1. Enzim dan Bioteknologi

Beberapa enzim merubah substratnya sangat cepat, di mana kecepatannya menentukan langkah difusi dari substrat menjadi enzim. Kecepatan reaksi dapat terjadi dalam 1.000 molekul substrat tiap detik per molekul enzim. Bentuk molekul protein menentukan aktivitas katalis. Bentuk tersebut dapat dengan mudah berubah hanya dengan sedikit perubahan suhu atau pH. Ketika ini terjadi efisiensi protein sebagai katalis berkurang dan hal ini disebut sebagai denature.

Enzim mempunyai suhu optimum hampir sama dengan suhu badan (37 oC atau 310 K). Sampai dengan suhu ini kecepatan reaksi bertambah dengan suhu biasanya, dan di atas suhu ini kecepatan reaksi berkurang, sehingga enzim rusak.

Manusia telah menggunakan enzim untuk tujuan-tujuan mereka selama ribuan tahun, misalnya fermentasi gula menjadi alkohol dan mengubah susu menjadi keju dan yoghurt. Namun demikian, selama dua puluh tahun terakhir terjadi perkembangan yang sangat besar dalam bidang ini yang dikenal sebagai bioteknologi.

Dimungkinkan mengatur molekul-molekul enzim dalam media padatan, sehingga enzim dapat disimpan untuk dapat digunakan lagi daripada dicampur dengan produknya dan mudah hilang setelah proses selesai. Enzim dapat berhasil dengan efektif sebagai katalis heterogen daripada sebagai katalis homogen.

Sekarang banyak obat-obatan yang khususnya disintesis dengan proses bioteknologi termasuk insulin, hormon yang diperlukan oleh penderita diabetes dan obat interferon yang memiliki bahan-bahan antivirus dan antikanker.

Enzim alkalin protease adalah unsur-unsur bahan bubuk pencuci yang menguraikan rantai protein, seperti darah pada suhu rendah dan pada kondisi sedikit basa dari larutan pencuci. Enzim lipase digunakan dalam proses pencucian untuk menguraikan rantai lemak.

Sumber: Chemistry, The Molecular Nature of Matter and Change, Martin S. Silberberg, 2000.

Anda sekarang sudah mengetahui Katalis. Terima kasih anda sudah berkunjung kePerpustakaan Cyber.

Referensi :

Utami, B. A. Nugroho C. Saputro, L. Mahardiani, S. Yamtinah, dan B. Mulyani. 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 274.

sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/06/pengertian-dan-fungsi-katalis-jenis-jenis-contoh.html

INTEGRAL

Pengertian Integral

Jika sebelumnya anda sudah mempelajari tentang materi turunan, maka integral adalah lawan dari turunan atau diferensial. Atau biasa juga disebut dengan antiturunan.

Lambang integral adalah \int, yang dalam bentuk fungsi biasanya berbentuk \int f(x) \, dx = F(x) + c

Jika F(x) adalah fungsi yang memenuhi F'(x) = f(x), maka F(x) adalah integral atau antiturunan dari f(x).

Contoh Pengertian Integral

Sebagai contoh, jika kita mendiferensialkan f(x) = 5x^2 + 4x + 5, f(x) = 5x^2 + 4x + 6, f(x) = 5x^2 + 4x + 7, semuanya akan menghasilkan f'(x) yang sama, yaitu f'(x) = 10 x + 4

Dengan demikian, jika kita mencari antiturunan atau integral dari f'(x) = 10x + 4, sesuai denganpengertian integral, maka hasilnya adalah 5x^2 + 4x + c

Nilai c muncul karena ketiga fungsi f(x) yang kita diferensialkan di atas mempunyai hasil turunan yang sama, padahal konstantanya beda. Jadi, setelah kita mengintegralkan suatu fungsi, harus selalu ada c di suku terakhir hasil pengintegralannya.

Pengintegralan fungsi f(x)  terhadap x dinotasikan sebagai berikut: \int f(x) \, dx = F(x) + c

dx biasa juga dibaca sebagai “terhadap x“.

Demikianlah deskripsi singkat pengertian integral, jika anda masih bingung, silakan isi komentar di bawah.

LAJU REAKSI

Laju reaksi, bahasan yang menarik, setidaknya menurut gurunya. Lama tidak mengajar materi ini, kini saya sangat menikmati dengan improvisasi analogi-analogi yang sering membuat siswa antusias, gerrr terhibur (kelihatannya sih :) ). Di tingkat SMA bahasan ini tidak begitu rumit untuk dipahami, tapi mengapa dahulu banyak yang mengira ini adalah bahasan sulit?

Menganalisis data hasil eksperimen (kalau melakukan lebih baik tentunya) adalah hal yang tidak sulit, paling kalau menjumpai soal diminta menentukan orde reaksi, persamaan laju rekasi, dan sekitarnya. Clue-nya hanyalah mengamati mana reaksi yang tidak mengalami perubahan konsentrasi ketika akan menentukan orde reaksi zat lainnya dan membandingkannya terhadap data waktu, atau lajunya.

Selain itu dalam memahami grafik laju reaksi juga sering jadi persoalan tersendiri bagi kebanyakan siswa. Padahal grafiknya cukup simpel hanya ada data perubahan konsentrasi yang di plot terhadap waktu. Memang memahami grafik perlu ditunjukkan bagaimana sampai grafik itu diperoleh, tidak cukup hanya dimunculkan grafik kemudian siswa diminta mengkhayalkannya. Manfaatkan simulasi saja yang banyak bertebaran di internet.

Berikut link ( http://www.chm.davidson.edu/vce/) adalah salah satu sumber belajar yang menjadikan alternatif kalau kita gak punya lab. Secara online kita bisa menggunakan VCE, tapi jangan kuatir kita diberikan alternatif untuk bisa memanfaatkan secara offline dengan mengunduh satu persatu bagian yang kita perlukan. Tautannya ada di http://www.chm.davidson.edu/vce/faq.html#Local, tapi ingat browser yang kita gunakan harus terpasang JRE (Java Runtime Enviroment). Materi tentang kinetika (laju reaksi juga ada tuh)

Membahas soal laju reaksi dengan berbagai analogi dan ilustrasi membuat siswa semakin mudah memahami konsep. Meskipun mungkin analogi yang ada agak maksa :) . Siswa bisa dianalogikan sebagai zat pereaksi, ruang kelas dianalogikan wadah pereaksi. Begitu seterusnya. Kenaikan suhu itu akan mempercepat laju reaksi, karena kenaikan suhu akan memperbesar energi kinetik molekul pereaksi. Analogi yg “sadis” siswa dimasukkan dalam ruang kelas tertutup yang bahannya dari logam, kemudian dipanasi. Pasti semua akan loncat-locat untuk menghindari panas itu, gerakan meloncat sana sini kan ilustrasi energi kinetik :) maksa.com

Kenaikan 10 derajat celsius menyebabkan reaksi berjalan lebih cepat, 2 lipat atau lebih malahan kecepatannya. Kalau lebih cepat berarti reaksi itu berjalan hanya perlu waktu lebih singkat. Itu pernyataan di buku-buku teks kimia sma. Tentu saja masih perlu tambahan data, tipe reaksinya itu eksoterm atau endoterm. Siswa kadang terjebak dalam pernyataan berlangsung 2 kali lebih cepat setelah penaikan 10 derajat celisius itu.

Analogi soal peran katalis adalah makcomblang… tapi ini hanya sekedar mengantarkan sampai reaksi terjadi dimana saat reaksi berakhir ia harus keluar dari zona reaksi. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi analog dengan rasa ketidakpercayaan diri pada seseorang (pereaksi). Dengan katalis (makcomblang) maka ia bisa membantu mengurangi penghalang (rasa gak pede itu). Lagi-lagi maksa dot com :)

Apakah pengaruh penaikan suhu terhadap laju reaksi? Apakah selalu meningkatkan laju rekasi? Oooo Silahkan cek referensinya dari google :) )

Media pelarut jelas turut mempengaruhi laju reaksi, tapi hal ini jarang dibahas dalam faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi suatu zat. Ini saya kutib dari chemistry.about.com.
The rate of a chemical reaction depends on the medium in which the reaction occurs. It may make a difference whether a medium is aqueous or organic; polar or nonpolar; or liquid, solid, or gaseous.

– See more at: http://analogy-university.com/index.php/artikel/artikel-berdasarkan-kategori/16-ilmu/228-laju-reaksi-beberapa-analogi-dan-referensinya#sthash.W2XfNMLI.dpuf

%d bloggers like this: