LES PRIVAT SURABAYA

ORDE REAKSI DAN PERSAMAAN LAJU REAKSI

Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi

Merubah konsentrasi dari suatu zat di dalam suatu reaksi biasanya merubah juga laju reaksi. Persamaan laju menggambarkan perubahaan ini secara matematis. Order reaksi adalah bagian dari persamaan laju. Halaman ini memperkenalkan dan menjelaskan berbagai istilah yang perlu Anda tahu.

Persamaan Laju

Mengukur laju reaksi

Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. Sebagai contoh, jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi, kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung.

Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm 3 s -1

Bagaimanapun, untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi, laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu.

Sebagai contoh, andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B . Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya, larutanatau dalam bentuk gas.

Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi, katakan A, berkurang per detik.

Kita mendapatkan, sebagai contoh, pada awal reaksi, konsentrasi berkurang dengan laju 0.0040 mol dm -3 s -1 .

Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0.0040 mol per desimeter kubik. Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung.

Kesimpulan

Untuk persamaan laju dan order reaksi, laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. Satuannya adalah mol dm -3 s -1

Order reaksi

Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung, tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi.

Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi.

Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan, A, berubah, Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah ;

Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A

Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A, laju reaksi akan berlipat ganda pula. JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4, laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat.

Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol :

Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter).

Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan), k.

Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A

Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A, laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (2 2 ). Jika konsentras dari A i ditingkatkan tiga kali lipat, laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (3 2 ). Dengan simbol dapat dilambangkan dengan:


Secara umum
,

Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B, kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara :

Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi :

Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B . Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B

Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no), berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi.

Order reaksi total (keseluruhan), didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. Sebagai contoh, di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1), order reaksi total adalah 2. Kita menyebutkan order reaksi total dua.

Beberapa contoh

Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B, dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi.

Contoh 1:

Dalam kasus ini, order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Order reaksi total adalah 2, didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order.

Contoh 2:

Pada reaksi ini, A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi. Bberorder 2, sehingga order reaksi total adalah dua.

Contoh 3:

Pada reaksi ini, A berorder satu dan B beroder nol, karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. Order reaksi total adalah satu.

Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya?

Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut.

Ketetapan laju

Hal yang cukup mengejutkan, Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. Konstanta ini berubah, sebagai contoh, jika kita mengubah temperatur dari reaksi, menambahkan katalis atau merubah katalis.

Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut. Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya.

Kalkulasi yang melibatkan order reaksi

Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan.

TETAPAN LAJU REAKSI DAN PERSAMAAN ARRHENIUS

Tetapan Laju dan Persamaan Arrhenius

Kata Kunci:
Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004

Halaman ini menitikberatkan pada bagaimana tetapan laju bergantung pada suhu dan energi aktivasi seperti yang ditunjukkan oleh persamaan Arrhenius.

Persamaan Arrhenius

Tetapan laju dan persamaan laju

Kita ingat bahwa persamaan laju dari suatu reaksi antara dua senyawa A dan B ditulis seperti dibawah ini :

Persamaan laju menunjukkan pengaruh dari perubahaan konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi. Bagaimana dengan faktor-faktor lainnya (seperti suhu, katalis) yang juga mempengaruhi laju reaksi? Bagaimana hal ini dapat berlaku dalam persamaan laju ini?

Seluruh faktor-faktor ini termasuk didalam tetapan laju dimana sebenarnya tetap bila kita hanya mengubah konsentrasi dari reaktan. Ketika kita mengubah suhu maupun katalis, sebagai contoh, tetapan laju akan berubah.

Perubahaan ini digambarkan secara matematis oleh persamaan Arrhenius.

Persamaan Arrhenius

Apa arti dari berbagai simbol ini ?

Mulai dari yang sederhana …

Temperatur atau suhu, T

Agar berlaku dalam persamaan, suhu harus diukur dalam kelvin.

Konstanta atau tetapan gas, R

Tetapan ini datang dari persamaan, pV=nRT, yang berhubungan dengan tekanan, volume dan suhu dalam jumlah tertentu dari mol gas.

Energi aktivasi, EA

Ini merupakan energi minimum yang diperlukan bagi reaksi untuk berlangsung. Agar berlaku dalam persamaan, kita harus mengubahnya menjadi satuan Joule per mole, bukan kJ mol-1

Lalu beberapa yang cukup rumit …

e

Harga dari satuan ini adalah 2.71828 … dan ini merupakan satuan matematis seperti layaknya pi. Anda tidak perlu terlalu bingung untuk mengerti apa artinya ini, untuk menghitung persamaan Arrhenius.

Ekspresi, e-(EA/RT)

Ekspresi ini menghitung fraksi dari molekul yang berada dalam keadaan gas dimana memiliki energi yang sama atau lebih dari energi aktivasi pada suhu tertentu.

Faktor frekwensi, A

Kita juga dapat menyebut ini sebagai faktor pre-eksponensial atau faktor sterik.

A merupakan istilah yang meliputi faktor seperti frekwensi tumbukan dan orentasinya. A sangat bervariasi bergantung pada suhu walau hanya sedikit. A sering dianggap sebagai konstanta pada jarak perbedaan suhu yang kecil.

Pada saat ini mungkin Anda lupa dengan persamaan Arrhenius semula. Persamaan Arrhenius didefinisikan sebagai:

Kita dapat mengalikan kedua sisinya dengan “ln” sehingga menjadi persamaan:

“ln” merupakan salah satu bentuk logaritma.

Menggunakan persamaan Arrhenius

Pengaruh pengubahaan suhu

Kita dapat menggunakan persamaan Arrhenius untuk menggambarkan pengaruh dari perubahaan suhu pada tetapan reaksi – dan tentunya laju reaksi. Jika misalkan tetapan laju berlipatganda, maka juga laju reaksi akan berlipatganda. Lihat kembali ke persamaan pada awal dari halaman ini bila Anda tidak yakin dengan pernyataan ini.

Apa yang terjadi ketika kita menaikkan suhu sebesar 10oC ke, misalkan, dari 20oC ke 30oC
(293 K ke 303 K)?

Faktor frekwensi, A, dalam persamaan ini kurang lebih konstan untuk perubahaan suhu yang kecil. Kita perlu melihat bagaimana perubahaan e-(EA/RT) – energi dari fraksi molekul sama atau lebih dengan aktivasi energi.

Mari kita ansumsikan energi aktivasi 50 kJ mol-1. Dalam persamaan, kita perlu menulisnya sebagai 50000 J mol-1. Harga dari konstanta gas, R, adalah 8.31 J K-1 mol-1.

Pada 20oC(293 K) harga dari fraksi adalah:

Dengan menaikkan suhu walau hanya sedikit (ke 303 K), peningkatannya:

Kita dapat melihat bahwa fraksi molekul-molekul mampu untuk bereaksi dua kali lipat dengan peningkatan suhu sebesar 10oC. Hal ini menyebabkan laju reaksi hampirmenjadi berlipatganda.

Pengaruh dari katalis

Katalis akan menyediakan rute agar reaksi berlangsung dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Andaikan keberadaan katalis menurunkan energi aktivasi sebesar 25 kJ mol-1. Kita ulangi perhitungan pada 293 K :

Jika kita membandingkan ketika harga dari aktivasi energi sebesar 50 kJ mol-1, kita dapat melihat terjadi peningkatan yang luar biasa pada fraksi molekul-molekul untuk dapat bereaksi. Hampir lebih dari 30000 lipat molekul-molekul dapat bereaksi dengan keberadaan katalis dibandingkan tanpa katalis. Sesuatu hal yang sangat luar biasa!

Kata Pencarian Artikel ini:

persamaan arrhenius, hukum arrhenius, rumus energi aktivasi, persamaan arhenius, rumus arrhenius, hukum arhenius, persamaan arrhenius dan energi aktivasi, Rumus arhenius, konstanta arrhenius, Rumus tetapan laju

   MASYARAKAT  HARUS  BELAJAR       UNTUK  TAHU . . . . . . .

Banyak hal terjadi dengan salah di sekeliling kita, dan terus berjalan seperti itu secara berulang-ulang, tanpa ada yang peduli kekeliruan itu. Mungkin karena masyarkat kita merupakan kelompok orang orang yang TERLALU BAIK , sehingga justru menjadi sangat permisif akan suatu kesalahan yang muncul dilingkungannya. Namun demikian, nilai yang dianggap baik tersebut sebenarnya malah akan berdampak negative, merugikan phihak lain.

Masyarakat harus belajar untuk tahu bahwa disana-sini ada (banyak) nilai nilai kebenaran yang dikebiri oleh oknum oknum tertentu. Kalau sudah faham, masyarakat harus berusaha untuk mendobrak kemungkaran tersebut sesuai dengan kemampuan /kebisaan yang mereka punyai, demi terujudnya kehidupan yang tata tentrem kerta raharja. Kemungkaran itu terjadi dimana mana, pada sektor kegiatan kerja seperti instansi instansi pemerintah, kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lain sebagainya.

Tertulislah suratan takdir bahwa seseorang yang bernama  Ignatius  berurusan utang-piutang dengan rekannya, Yongky.  Masa hubungan bisnis itu sudah berjalan bertahun-tahun dengan mulusnya. Konon suatu saat seiring dengan pasang surutnya dunia dagang, terjadilah dengan apa yang disebut  wan-prestasi  pada phihak Ignatius. Merasa dirinya tidak terpuaskan oleh pembayaran yang diberikan oleh  Ignatius pergilah sdr. Yongky untuk melaporkan hal tersebut kepada phihak kepolisian, bahwa dirinya telah ditipu oleh saudara Ignatius sejumlah 2 (dua) milyard. Wal hasil , dipanggillah saudara Ignatius untuk disidik. Selang beberapa hari kemudian dilayangkanlah surat panggilan ke 2 (dua ); bahwa  Ignatius dipanggil lagi sebagai  TERDAKWA penipuan.

#lesprivatsurabaya #lbbprivatsurabaya #bimbelsurabaya #gurulesprivatsurabaya #bimbinganbelajarsurabaya http://www.lesprivatsurabayascience.wordpress.com/

#lesprivatsurabaya #lbbprivatsurabaya #bimbelsurabaya #gurulesprivatsurabaya #bimbinganbelajarsurabaya http://www.lesprivatsurabayascience.wordpress.com/

Dalam kondisi kasus mulai ruwet seperti itu sdr. Ignatius baru berhubungan dengan Lembaga  Bantuan  Hukum – Anak Bangsa Indonesia Surabaya, untuk membantu mengurus, meluruskan,  menyelesaikan urusannya. Begitu mempelajari berkas – berkas yang ada, komentar para Advokat  LBH-ABI (Anak Bangsa Indonesia) : Woow. . . . Woow. . . . Woow. . . . .

Hal mengerikan yang masyarakat harus belajar adalah: kasus antara sdr. Ignatius dengan saudara Yongky adalah benar benar murni satu kasus PERDATA, sama sekali bukan kasus Pidana yang bisa di-polisi-kan. Kasus ini terjadi dalam kaitannya dengan perilaku Wan Prestasi, dengan demikian jalur yang bisa ditempuh adalah menggugatnya di P.N. Surabaya, bukan Polresta, karena tidak ada unsur unsur penipuan bisa terpenuhi. Phihak  LBH-ABI (Anak Bangsa Indonesia) berupaya sekuat tenaga untuk menggugurkan kasus rekayasa pidana ini dan mendudukan pada porsi serta posisi yang sebenar-benarnya sebagai kasus perdata secara alami, namun tidak ada respon  yang berarti. Kasus pembengkokan kasus perdata menjadi pidana tidak bisa diluruskan seperti keadaan selayaknya.

Kekuatan apa gerangan yang mampu menjadikan alur cerita seperti dalam paragraf paragraf diatas ?  Ternyata jawabannya tetap klasik. . . . . . . . (anda sudah bisa menebaknya sendiri). Selang waktu yang tidak terlalu lama ada JIN yang suka jihat fi sabilillah bersama penulis berbisik ditelinga penulis lirih, tapi mantap; UuuuuaaaaannG.

Tetap dengan semangat – juang tinggi tuan & nyonya Advokat  ABI melayangkan gugatan perdata  ke P.N. Surbaya demi melindungi Mr. Klien, Ignatius, agar tidak terbawa arus kiat yang dimainkan oleh phihak pelapor dan aparat. Namun apa bisa dikata, segala upaya jurus jurus jitu tsb tetap buntung, tidak beruntung. B.A.P. terus melenggang mulus kemeja kantor Kejaksaan Negeri, dan lanjut ke Pengadilan Negeri  Surabaya untuk disidangkan dengan dakwaan penipuan. Blokir yang dilakukan para Advokat yang sesuai dengan aturan undang-undang, bahwa apabila gugatan perdata sudah masuk di P.N. , kasus pidana yang berkaitan harus dihentikan, ternyata malah diejek dengan ulah lenggang-lenggok jurus ke Persidangan pidana penipuan. L U C U kan ?  Jurnalis anda sempat “bengong” juga. Bertanyalah dia kepada mas dan mbak Advokat, kenapa bisa begitu? Tak urung jawabnya: “ Woow. . . . . Woow. . . . . Woow. . . . . . . . ( WAR ).

Ditemukan Peradaban Tertua Dunia: Lukisan Gua Prasejarah Indonesia Paling Tua Sejagad!

hmmm luar biasa… #lesprivatsurabaya http://www.lesprivatsurabayascience.wordpress.com/

Mysterious Thing • Conspiracy • Controversy • UFO & Alien • Archeology • Science • Universe • • • • • • • • • • • •

Indonesian Archeology header

Ditemukan Peradaban Tertua Dunia:
Lukisan Gua Prasejarah Indonesia Paling Tua Sejagad!

Lukisan Gua Maros Sulawesi Selatan Lukisan prasejarah berupa stensil tangan di sebuah gua di Indonesia yang memiliki usia setara dengan lukisan prasejarah di Eropa. Sebuah studi baru menunjukkan nenek moyang Indonesia menggambar sejak 40.000 tahun yang lalu. (AP/Kinez Riza, Nature Magazine)

World’s oldest hand stencils discovered inside Tropical Cave in Indonesia and these cave paintings are as old as any art ever found!

Lukisan di beberapa dinding gua di Maros, Pangkep, Sulawesi Selatan sudah ditemukan sejak sekitar 10 tahun lalu. Namun ilmuwan baru meneliti umurnya dan merilisnya di tahun 2014 karena diprediksikan akan menggemparkan dunia ilmu pengetahuan internasional.Mengapa demikian?

Ternyata, lukisan gua (cave art / cave painting) berupa cap tangan, perahu dan garis-garis abstak serta beberapa binatang endemik Sulawesi diantaranya seperti anoa, burung dan babirusa itu ternyata setelah diteliti umur pembuatannya mencapai 35.000 – 39.900 tahun yang lalu (tyl) yaitu pada masa periode Pleistosin…

View original post 2,047 more words

KIMIA KELAS X BAB 2 STRUKTUR ATOM

PARTIKEL MATERIBagian terkecil dari materi disebut partikel.Beberapa pendapat tentang partikel materi :1.        Menurut Democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu ( jika suatu materi dibagi dan terus dibagi maka akhirnya diperoleh partikel terkecil yang sudah tidak dapat dibagi lagi = disebut Atom )2.        Menurut Plato dan Aristoteles, pembagian materi bersifat kontinyu ( pembagian dapat berlanjut tanpa batas )

Postulat Dasar dari Teori Atom Dalton :1)       Setiap materi terdiri atas partikel yang disebut atom2)       Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom3)       Atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsur lain ( mempunyai massa yang berbeda )4)       Senyawa adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis atom dengan perbandingan tertentu5)       Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia biasa. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang ( reorganisasi ) atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut

Kelemahan dari postulat teori Atom Dalton :1)       Atom bukanlah sesuatu yang tak terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom2)       Atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop )3)       Atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir4)       Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekul-molekul

PERKEMBANGAN TEORI ATOM
1).    Model Atom Daltona)       Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.b)       Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.c)        Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya.d)       Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.e)       Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.
Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :1.        Hukum Kekekalan Massa ( hukum Lavoisier )     :   massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.2.        Hukum Perbandingan Tetap ( hukum Proust )   :   perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.Kelemahan Model Atom Dalton :1)       Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain2)       Tidak dapat menjelaskan sifat listrik dari materi3)       Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan4)       Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain
2).    Model Atom ThomsonSetelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. Menurut Thomson :a)       Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron (bagaikan kismis dalam roti kismis)b)       Atom bersifat netral, yaitu muatan positif dan muatan negatif jumlahnya sama
3).    Model Atom Rutherforda)       Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.b)       Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).c)        Atom bersifat netral.d)       Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan.
Kelemahan Model Atom Rutherford :Ø  Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.Ø  Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.
4).    Model Atom Niels Bohr·         Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.·         Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.Menurutnya :a)       Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.b)       Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).c)        Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energinya akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.d)       Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.e)       Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state)
Kelemahan Model Atom Niels Bohr :1.        Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak.2.        Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.
5).    Model Atom Modern ( Mekanika Kuantum )Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :a)       Louis Victor de BroglieMenyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.b)       Werner HeisenbergMengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.c)        Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.

Teori tentang Model Atom Modern :a)       Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron sedangkan elektron-elektron bergerak mengitari inti atom dan berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom.b)       Orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.c)        Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.

Ø  Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana suatu elektron kemungkinan ditemukan.Ø  Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya.

Catatan :Pelajari sejarah penemuan elektron, neutron, proton dan inti atom dari Buku Paket Kimia! 
PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM

Partikel Notasi Massa Muatan
Sesungguhnya Relatif thd proton Sesungguhnya Relatif thd proton
Proton p 1,67 x 10-24 g 1 sma 1,6 x 10-19 C +1
Neutron n 1,67 x 10-24 g 1 sma 0 0
Elektron e 9,11 x 10-28 g  sma -1,6 x 10-19 C -1

Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).

         1 sma = 1,66 x 10-24 gram

NOMOR ATOMØ  Menyatakan jumlah proton dalam atom.Ø  Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).Ø  Diberi simbol huruf ZØ  Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.Contoh : 19KArtinya …………..

NOMOR MASSAv  Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.v  Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.v  Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga :A     =  nomor massa        =  jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )A     =  p + n = Z + nv  Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.
SUSUNAN IONv  Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan.v  Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).v  Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).v  Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap.
Contoh :

Spesi Proton Elektron Neutron
Atom Na 11 11 12
Ion 11 10 12
Ion 11 12 12

ISOTOP, ISOBAR DAN ISOTON
1).    ISOTOPAdalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda nomor massanya.
2).    ISOBARAdalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang sama.
3).    ISOTONAdalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama.

KONFIGURASI ELEKTRON
ü  Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.ü  Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.ü  Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).Contoh :Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektronKulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektronKulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektronKulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektronKulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektronCatatan :Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.
Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :1.     Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.2.     Khusus untuk golongan utama (golongan A) :Jumlah kulit = nomor periodeJumlah elektron valensi = nomor golongan3.     Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.o   Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.o   Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memilikielektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.
4.     Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :a)     Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.b)     Tentukan jumlah elektron yang tersisa.ØJika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.ØJika jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron.ØJika jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.ØJika jumlah elektron yang tersisa < 8, semua elektron diisikan pada kulit berikutnya.Contoh :

Unsur Nomor Atom K L M N O
He 2 2
Li 3 2 1
Ar 18 2 8 8
Ca 20 2 8 8 2
Sr 38 2 8 18 8 2

Catatan :·         Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).·         Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.Contoh :

Unsur Nomor Atom K L M N
Sc 21 2 8 9 2
Ti 22 2 8 10 2
Mn 25 2 8 13 2
Zn 30 2 8 18 2

Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )

 Periode Nomor Atom ( Z ) K L M N O P Q
1 1 – 2 1 – 2
2 3 – 10 2 1 – 8
3 11 – 18 2 8 1 – 8
4 19 – 20 2 8 8 1 – 2
21 – 30 *** 2 8 9 – 18 2
31 – 36 2 8 18 3 – 8
5 37 – 38 2 8 18 8 1 – 2
39 – 48 *** 2 8 18 9 – 18 2
49 – 54 2 8 18 18 3 – 8
6 55 – 56 2 8 18 18 8 1 – 2
57 – 80 *** 2 8 18 18 – 32 9 – 18 2
81 – 86 2 8 18 32 18 3 – 8
7 87 – 88 2 8 18 32 18 8 1 – 2

Keterangan :Tanda ( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi )

Aturan Pengisian Elektron versi Subkulit ( Aturan Aufbau )
1)     Terdapat 4 macam subkulit yaitu subkulit s, p, d dan f.v Subkulit s    = maksimal berisi 2 elektronv Subkulit p    = maksimal berisi 6 elektronv Subkulit d    = maksimal berisi 10 elektronv Subkulit f     = maksimal berisi 14 elektron2)     Menurut aturan Aufbau, pengisian elektron pada setiap subkulit didasarkan pada kenaikan tingkat energinya.3)     Pengisian dimulai dari subkulit yang mempunyai tingkat energi rendah menuju subkulit yang mempunyai tingkat energi tinggi.
MASSA ATOM RELATIF ( Ar )Ø  Adalah perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya.Ø  Pada umumnya, unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom relatif ( Ar ) digunakan massa rata-rata dari isotop-isotopnya.MASSA MOLEKUL RELATIF ( Mr )·         Adalah perbandingan massa antara suatu molekul dengan suatu standar.·         Besarnya massa molekul relatif ( Mr ) suatu zat = jumlah massa atom relatif ( Ar ) dari atom-atom penyusun molekul zat tersebut.·         Khusus untuk senyawa ion digunakan istilah Massa Rumus Relatif ( Mr ) karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul.·         Mr   =  S  ArContoh :Diketahui : massa atom relatif ( Ar ) H = 1; C = 12; N = 14 dan O = 16.Berapa massa molekul relatif ( Mr ) dari CO(NH2)2Jawab :Mr CO(NH2)2   = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H)                        = (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1)                        = 60

http://atsilahhenderni.blogspot.com/2011/12/kimia-kelas-x-bab-2-struktur-atom.html

Teori Asam Basa

1). Teori asam – basa Arrhenius

Dalam teorinya tentang penguraian (disosiasi) elektrolit, Svante Arrhenius (1884) mengajukan bahwa elektrolit yang dilarutkan di dalam air terurai menjadi ion-ion: elektrolit yang kuat terurai sempurna; elektrolit yang lemah hanya terurai sebagian. Suatu jenis zat yang jika terurai menghasilkan ion hidrogen (H+) disebut asam, misalnya HCl                                                       HCl(aq) → H+(aq) + Cl(aq)Basa jika terurai menghasilkan ion hidroksida (OH).Faktanya larutan bersifat asam maka dilarutkan di dalam air menghasilkan H+, bukan jenis zat yang dilarutkan di dalam air menghasilkan H+ maka asam. Begitu juga dengan basa

  • Kelebihan teori asam – basa Arrhenius:

*) mampu menjelaskan proses netralisasi lebih baik dibanding  teori-teori sebelumnya*) berhasil menerangkan aktivitas katalis dari asam dalam reaksi-reaksi tertentuKelemahan teori asam – basa Arrhenius:*) hanya terbatas pada pelarut airArrhenius tidak bisa mengenali senyawa lain sebagai basa kecuali yang menghasilkan OHKeterbatasan Arrhenius dalam  menerangkan sifat-sifat asam – basa mendorong munculnya teori asam – basa:2). Teori asam – basa Bronsted-Lowry
Secara terpisah J.N. Bronsted di Denmark dan T.M. Lowry di Inggris dalam tahun 1923 menjelaskan hal-hal yang tidak dapat dijelaskan teori asam – basa Arrhenius, misalnya: dalam beberapa reaksi yang dilakukan dalam pelarut bukan air seperti ammonia cair, memperlihatkan mempunyai sifat-sifat asam – basa. ternyata, OH tidak ada karena tidak ada atom oksigen di dalam susunan tersebutReaksi lengkap: NH4Cl + NaNH2 → NaCl + 2NH3Reaksi ion: NH4+ + Cl + Na+ + NH2 → Na+ + Cl+ 2NH3Reaksi ion bersih: NH4+ + NH2 → 2NH3

Menurut teori asam – basa Bronsted-Lowry, suatu asam adalah donor proton, dan suatu basa adalah akseptor (penerima) proton.Secara umum, perpindahan proton berlaku dua arah. Jika basa (1) mendapat kembali sebuah proton, asam (1) terbentuk. Basa (1) disebut juga basa konjugat dari asam (1). Begitu juga, asam (2) adalah asam konjugatdari basa (2)

Ciri-ciri teori asam – basa Bronsted-Lowry:*) setiap zat yang disebut asam oleh Arrhenius juga digolongkan asam oleh teori Bronsted-Lowry. Demikian juga dengan basa*) zat-zat tertentu yang tidak digolongkan basa oleh teori Arrhenius, oleh teori Bronsted-Lowry dimasukkan golongan basa, misalnya OCl dan H2PO4Kelebihan teori asam – basa Bronsted-Lowry:*) teori mengenai asam – basa yang dikemukakan oleh Bronsted-Lowry lebih luas dibandingkan dengan teori Arrhenius karena mencakup reaksi dalam berbagai jenis pelarut, tidak hanya airKelemahan teori asam – basa Bronsted-Lowry:*) banyak reaksi yang terjadi tidak dapat dijelaskan oleh Bronsted-Lowry, misalnya dalam suatu reaksi yang tidak melibatkan protonBanyak reaksi yang terjadi tidak dapat dijelaskan oleh Bronsted-Lowry mendorong muncul teori baru yang mampu mencakup seluruh reaksi yang ada, yaitu:3). Teori Asam – Basa LewisDengan waktu yang hampir bersamaan G.N. Lewis mengembangkan suatu pemikiran lain tentang asam dan basa dari teori Arrhenius pada saat/ waktu yang hampir bersamaan dengan Bronsted dan Lowry (1923)Dalam teori Lewis, asam adalah penerima pasangan elektron dan basa adalah donor (pemberi) pasangan elektron. Dari yang kita ketahui tentang ikatan kimia, asam adalah zat yang mempunyai orbital yang belum penuh dan kekurangan elektron. Basa adalah zat yang memiliki pasangan elektron yang dapat digunakan bersama. NH3 adalah basa lewis karena memberikan (donor) sepasang elektron kepada BF3 dan membentuk ikatan kovalen koordinasi, dengan demikian BF3merupakan asam lewis karena menerima sepasang elektron dari NH3Kelebihan teori asam – basa Lewis:*) memungkinkan penggolongan asam – basa digunakan dalam reaksi-reaksi dimana baik H+ maupun OH tidak ada

Teori Atom Dalton

Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavoisier menyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap“. Dari kedua hukum tersebut dalton berpendapat bahwa:

1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi

2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda

3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen

Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Selanjutnya Dalton menggambarkan atom sebagai bola pejal seperti kelereng.

atom-dalton.jpg

Kelemahan Teori atom Dalton

Dalam teori atom dalton tidak dijelaskan dari mana sumber muatan yang ada pada listrik padahal menurut Dalton atom merupakan partikel netral.

%d bloggers like this: